Contoh Laporan Laba Rugi, Harga Pokok Produksi Perusahaan Manufaktur dan Jasa

Berikut adalah contoh dari laporan laba rugi, harga poko produksi perusahaan maufaktur dan jasa.

Laporan Laba Rugi: Perusahaan Manufaktur.
Laporan laba rugi berdasarkan klasifikasi fungsional pada perusahaan. Pemasukan yang dihitung menurut klasifikasi Fungsional yang disebut sebagai penghitungan biaya absorpsi (full costing) karena semua biaya manufaktur dibebankan pada produk. 
Menurut pendekatan perhitungan biaya absorpsi, beban dipisahkan sesuai fungsi, kemudian dikurangi dari penjualan untuk menghasilkan laba sebelum pajak. 
Beban memiliki dau kategori fungsional utama: harga pokok penjualan dan beban operasi. 
Setiap kategori terkait dengan perusahaan manufaktur dan nonmanufaktur. 
Harga pokok penjualan adalah biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead yang melekat pada unit yang terjual.

Contoh 1. Laporan Laba Rugi Organisasi Manufaktur
Organisasi Manufaktur
Laporan laba rugi
Untuk tahun berakhir 31 Desember 2019
Penjualan
DIkurangi: harga pokok penjualan
       Persediaan awal barang jadi
       Ditambah: Harga pokok produksi
Barang yang tersedia untuk dijual
      Dikurangi: Persediaan Akhir barang jadi

Magin Kotor
Dikurangi beban oprasi
      Beban Penjualan
      Beban administrasi

Laba sebelum pajak


500.000
1.200.000
1.700.000
300.000



600.000
300.000
2.800.000





1.400.000
1.400.000



900.000
500.000


Harga Pokok Produksi


Harga pokok produksi mencerminkan total biaya barang yang diselesaikan selama periode berjalan. 
Biaya yang hanya di bebankan pada barang yang diselesaikan adalah biaya manufaktur dari bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. 
Perincian dari pembebanan biaya ini diuraikan dalam daftar pendukung yang disebut sebagai laporan harga pokok produksi.


Contoh 2. Laporan Harga Pokok Produksi 




Laporan Laba Rugi: Perusahaan Jasa

Laporan laba rugi untuk perusahaan jasa pada contoh 3. Pada perusahaan jasa, menghitung biaya jasa yang dijual berbeda dari biaya penjualan dalam perusahaan manufaktur. Berkaitan dengan laporan laba rugi tersebut, perusahaan tidak memiliki persediaan awal atau akhir barang jadi. Berbeda dari perusahaan manufaktur, perusahaan jasa tidak memiliki persediaan barang jadi karena tidak mungkin menyimpan jasa. Jadi, jika dibandingkan dengan perusahaan manufaktur, biaya penjualan dapat disamakan dengan harga pokok produksi. Selain itu, seperti yang ditunjukkan pada contoh 3, harga pokok penjualan selama satu periode (sama dengan harga pokok produksi) dapat dihitung dengan format yang sama seperti yang terlihat pada contoh 2. 
Contoh 3 menunjukkan ibahwa memiliki barang dalam proses merupakan hal yang mungkin bagi produk jasa. Sebagai contoh, seoranga arsitek memiliki gambar dalam proses dan seorang dokter gigi memiliki beberapa pasien dengan berbagai tahap proses pemasangan kawat gigi.


Contoh 3. Laporan Laba Rugi Untuk Organisasi Jasa



Halaman:  1     2     3 >> Tugas