Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Heuristic

Heuristic

Dari materi yang telah dipaparkan kelompok saya, yakni berhubungan dengan heuristic keterwakilan,  dimana seseorang yang melakukan heuristik keterwakilan berpikir bahwa jika seseorang atau sesuatu memiliki banyak ciri-ciri yang sama dengan suatu kelompok orang atau benda, maka terdapat banyak kemungkinan bahwa seseorang atau sesuatu tersebut adalah bagian dari kelompok tersebut.  . Dimana waktu itu saya berada di sebuah bank, kemudian saya melihat seorang wanita yang meruakan pegawai bank tersebut dan nampaknya wanita ini mempunyai posisi penting di bak tersebut, entah sebagai manajer ataupun sekretaris. Dan saya menyadari bahwa yang melihat hal itu bukan hanya saya melainkan beberapa nasabah yang duduk di belakang saya. Dari percakapan mereka, terdengar bahwa mereka sepertinya sependapat dengan saya mengenai sekretaris atau manajer pada bank tersebut adalah seorang yang kaya atau bias disebut sosialita, karena bias dilihat secara langsung dari caranya berpakaian, bagaimana pegawai yang lan menyapanya hingga kendaraan yang digunakan padahal saya dan orang-orang yang memliki asumsi tersebut tidak mengenal wanita tersebut.  

Dan untuk heuristic ketersediaan Secara logika, manusia memang cenderung mengambil keputusan berdasarkan informasi yang mudah diingat karena mereka cenderung berpikir bahwa informasi yang mudah diingat pastilah penting sehingga harus menjadi penentu dalam pengambilan keputusan.  Saya pernah mengalami hal ini, pada saat saya hendak membeli handphone baru, ada salah 1 merek smartphone terkenal yang menawarkan barang dagangannya lewat jasa periklanan. Dan promosi merek smartphone ini yang paling mendominasi periklanan di media-media masa dengan penyampaian promosi yang sangat menarik, sehingga saya pun  membulatkan keputusan untuk membeli hp tersebut tanpa membandingkan kualitasnya dengan smartphone lain yang kualitasnya setara dengan smartphone yang saya beli. Karena secara tidak langsung hal ini menunjukkan bahwa semakin sering mereka melihat iklan suatu produk, semakin mereka berpikir bahwa produk tersebut pastilah bagus dan pilihan terbaik. (AFD)

Berlangganan via Email