Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Eps 9 : MASA MAHASISWA



Dari awal saya memutuskan untuk kuliah,di saat itu juga saya mau tidak mau harus  hidup jauh dari orang tua.Jujur awalnya memang berat bahkan tidak pernah terfikir sebelumnya untuk hidup jauh dari orang tua, semua serba sendiri, masak sendiri, makan sendiri, cuci baju sendiri, pokoknya semua sendiri, kalau tidak usaha gerak sandiri tidak akan bisa makan. karena juga sebelumnya tidak pernah hidup jauh dari orang tua, semua serba disediakan oleh orang tua, jadi belum terbiasa hidup serba sendiri.

Satu bulan, dua bulan, dan bulan-bulan berikutnya udah mulai terbiasa dengan itu semua walaupun belum 100 persen mandiri tapi udah ada usaha buat hidup lebih mandiri. Namun kadang-kadang masih banyak ngeluh dan kadang juga masih sering nangis kalau ibu menelfon, mungkin karna saya anak bungsu jadi masih banyak manja dan cengengnya juga jadi mudah menangis.

Kehidupan saya di kuliah banyak mengajarkan saya arti persahabatan, kekompakan, persaingan antar teman, hingga mengajarkan saya arti bertanggung jawab. Ternyata yang selama ini saya bayangkan tentang yang mudah adalah salah, ternyata kuliah itu  rumit dan penuh dengan menumpuknya tugas  dan kegiatan-kegiatan kuliah yang saya ikuti, sebenarnya menyenangkan banyak kawan hingga banyak abang dan kakak-kakak yang bisa saya jadikan motivasi saya untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan kuliah yang saya kerjakan sekarang ini,bahkan banyak abang dan kakak-kakak yang terus memberikan sedikit ilmu yang ia ketahui untuk di bagikan kepada saya,dari masalah susahnya jauh dari orang tua, hingga masalah kemanjaan saya yang tidak terbiasa hidup susah. Semua itu membuat saya lebih ingin banyak belajar lagi hidup mandiri.

Sejauh ini kuliah yang saya jalankan, saya lebih menyukai semester awal, karena lebih mudah dan saya lebih bisa memahami setiap mata kuliah yang di sampaikan dosen kepada mahasiswa, yah walaupun kadang terlalu banyak mahasiswa hingga kurang efektifnya dalam belajar,l okal yang ribut, mahasiswa yang banyak, hingga tidak tersampai dengan baiknya pelajaran mata kuliah yang dosen berikan, Namun saya coba lebih memahaminya dengan saya coba browsing lagi di internet hingga mencari buku-buku di perpustakaan kampus yang bisa membantu saya untuk lebih mendalami mata kuliah. Namun saat semester 5 ini mulai terasa lebih berat lagi mata kuliahnya, karena banyaknya presentasi,  kegiatan yang ada di kampus bahkan judul untuk proposal dan skripsi. Itu sebenarnya masih jauh dari pikian saya, bahkan sampai sekarang saya ngak nyangka kalau ternyata saya sudah sejauh ini.  saya coba mengikuti apa yang dosen tunjukan untuk kebaikan setiap mahasiswa juga.

Dalam masa kuliah yang saya jalani hingga semester ini,tidaklah selamanya berjalan dengan apa yang saya harapkan. Banyak kendala yang saya hadapi, dari masalah orang tua saya yang sudah berumur, saya tidak mau jauh dari mereka saya ingin merawat mereka di masa tuanya, saya ingin merasakan lebih banyak lagi kebersamaan bersama mereka, dan saya juga berfikir ingin lebih mengutamakan kebahagiaan ibu. Namun  ibu selalu memberikan nasehat nya kepada saya bahwa beliau tidak apa-apa, ibu ingin melihat saya menjadi sosok yang bisa ibu banggakan kepada orang lain. kata-kata itulah yang benar-benar membuat saya termotivasi dan mempunyai kekuatan yang besar untuk melanjutkan kuliah saya dan bisa menggapai setiap harapan dan keinginan yang saya dan ibu saya inginkan.

Kekuatan yang besar adalah saat doa dan restu dari ayah dan ibu saya berikan kepada saya menjadi sebuah cahaya untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan kuliah saya, tidak peduli pandangan buruk orang orang di luar sana yang meremehkan saya dan ibu saya, karena bagi saya tidak ada usaha yang sia sia jika kita mau berusaha atau pun selalu berdoa agar setiap langkah pendidikan yang saya jalani bukan hanya mendapat ridho dari ayah dan ibu saya saja tetapi harus bisa mendapat ridho dari Allah SWT.

Dari semua pelajaran yang saya dapatkan di bangku kuliah selama 5 semester ini, saya bisa lebih menghargai setiap perjalanan kehidupan orang lain bahkan hidup saya sendiri bukan dengan hasilnya sekarang melainkan bagaimana caranya sampai ketitik finish dengan cara yang baik, oleh karena itu jangan menilai orang lain dari cassingnya saya tapi melainkan dari dalam lubuk hatinya, karena yang baik belum tentu baik dan yang jahat belum tentu jahat.  Setiap proses dalam hidup itulah yang patut di hargai, proses dimana saya yang dulunya manja, tidak bisa jauh dari orang tua, tidak bisa hidup susah bahkan tidak bisa yang namanya menghargai hidup orang lain, alhamdulilah sekarang saya bisa lebih mandiri lagi,lebih bisa menghargai orang lain hingga bisa hidup dengan cara bersyukur dan bersyukur. Tidak ada nikmat Allah yang lebih indah kecuali selalu bersyukur dalam setiap proses perjalanan hidup selama di masa kuliah yang memecahkan cara berfikir saya dalam hidup.

Harapan semoga semester selanjutnya saya semakin semangat untuk kuliah, dan tidak putus di tengah jalan, semoga cepat mendapatkan gelar S,E. (RDL)

loading...

Berlangganan via Email