Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Eps 4 Catatan Mahasiswa


Terlahir di era 90-an membuat generasi kecil saya dahulu tanpa sentuhan elektronik di genggaman hari-hariku. Pengalaman hidup masa kecil bisa dibilang sangat mengesankan dan lucu menggemaskan. Serasa ingin balik ke dunia tersebut lagi.

Ketika bangun tidur yang dipikirkan hanya tentang pertemanan dan permainan di dunia luar rumah bersama bersama teman- teman seperti bermain lompat tali, kelereng, memancing dan permainan lain yang mengasykan. Sementara saat ini saya terkena virus gadget yang membuat saya terlena dengan digital yang merajai tubuh saya.

Hidup anak zaman sekarang jauh berbeda dengan dahulu. Asupan instan selalu menjadi rujukan pertama mereka. Terpental masalah selalu keluh kesah yang terucap dari benaknya. Padahal susah payah adalah kunci generasi kita dalam mengarungi kerasnya hidup di masa depan kelak.

Dahulu ketika saya bangun tidur selalu disuruh membantu orang tua dalam menyiapkan segala rupa untuk hari itu sebelum berangkat sekolah seperti membantu menyalahkan api dengan menggunakan tungku, mengangkat air dengan timba hingga jatuh-jatuh tapi sekarang berbeda. Tetap ikut membantu orang tua namun caranya saja sekarang yang lebih instan seperti menggunakan kompor minyak tanah maupun gas LPG dan sudah ada sanyo yang bisa mengalirkan air kapanpun saya mau. Tapi rasanya berbeda karena tidak ada rasa capek dan mengeluarkan keringat hingga sekarang saya mudah sakit.

Setelah sekolahpun saya selalu mencari cara agar bisa bisa bermain bersama, meski bukan melalui gadget online seperti sekarang ini. Namun kita justru terlihat bahagia secara utuh karena langsung bertatap muka dengan teman-teman. Dalam canda tawa dan bentuk raut muka sudah terlihat dari mata orang tua saya.

Dalam permainan bersama teman selalu saja ada ide baru yang bisa kita ciptakan. Seperti main bola di jalanan, main bola dengan kertas, main layang dengan karya tangan sendiri dan sebagainya.

Nah dari situlah awal mula terbentuknya karakter masa kita. Ya, semoga anak sekarang bisa benar-benar memanfaatkan momen mereka agar tidak terjebak dengan gurih dan manisnya di depan gadget. (RDL)



Berlangganan via Email